Kupu-kupu mendatangi sekuntum bunga
Kenapa hatiku yang gelisah?
Kupalingkan wajah dari senja,
Kenapa wajahku yang merah?

Apakah ini dongeng remaja?
Atau romansa ala raja?
Bukan, inilah cinta,
Aku lah yang menulisnya

Cinta cinta cinta cinta
Cinta cinta cinta cinta
Cinta cinta cinta cinta
Cinta cinta cinta cinta

Malamku terenggut setelah ciuman itu,
Tergantikan bibir yang tersayat rindu
Tembok dan bantal menertawakanku,
Sulitnya berucap, “I Love You”

Bagai rembulan yang bergejolak malam,
Bagai garam yang memekatkan Laut Hitam,
Cinta ini menyiksa lama terpendam,
Kapan bara api hatiku ‘kan meredam?

Pam pam pam …..

Cinta cinta cinta cinta
Cinta cinta cinta cinta
Cinta cinta cinta cinta
Cinta cinta cinta cinta

“Alpen bisa menutupi Swiss,
Tapi mata tak bisa menutupi cinta”

“Kau tak kan tahu madu itu manis,
Sebelum kau mencicipinya”

Bisikan tembok menyindirku,
Aku jadi tersipu malu,
Lewat puisi ini semoga dia tahu,
Cinta yang tak pernah terungkap dari bibirku

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s