cerita lucu Yissa Luthana tentang seorang wanita yang ingin menghabisi nyawa kekasihnya, tapi dia lah yang kena batunya ….

Margareth menyewa seorang pembunuh bayaran bernama Peter, ( pria berbadan kekar keturunan Indo-Prancis), untuk menghabisi nyawa kekasih gelapnya, Marlon. Margareth sudah tahu kalau Marlon adalah mata-mata yang diutus musuh politiknya agar dirinya terjebak dalam skandal. Cinta, seks, dan kebersamaan yang indah bersama Marlon ternyata Cuma fatamorgana. Margareth benar-benar sakit hati karena terkhianati. Malam itu ia membawa Peter mendatangi Restoran Alubaba, milik Marlon. Peter bergaya seperti bodyguard Margareth, sehingga tak membuat Marlon curiga.  Seperti biasa, Margerth memeluk lalu mengecup pipi Marlon saat pria itu mendatangi mejanya. Berusaha bersikap wajar, Margareth mengajak Marlon untuk duduk bergabung satu meja bersamanya dan Peter.

Peter menjabat tangan Marlon , sebentar berkenalan. Peter lalu membicarakan Marlon bersama Margareth menggunakan bahasa Prancis, di depan Marlon yang terlihat bingung. Margareth Cuma tersenyum manis melirik Marlon. Margareth yakin kalau Marlon tidak akan tahu kalau dirinya sedang dibicarakan, karena ia tak akan mengerti bahasa Prancis.

Peter : alors il, qui je tue ton copain?? (Jadi dia, kekasihmu yang akan aku bunuh ?)

Margareth :  Oui. Dès qu’il est sorti du restaurant, vous est interdit, puis le finir dans le parking. Disposer de son corps hors de la ville. Essayez de jouer propre. (Iya. Begitu dia keluar restoran, kamu cegat, lalu habisi dia di parkiran. Buang mayatnya di luar kota. Usahakan main bersih)

Peter :  Il est très beau. Êtes-vous sûr de vouloir le tuer? (Dia cukup tampan. Apa kamu yakin ingin membunuhnya ?)

Margareth : Traître, a été pantasnya morts (Penghianat, pantasnya harus mati)

Margareth menyudahi pembicaraan bahasa perancisnya bersama Peter, soal rencana menghabisi nyawa Marlon sepulang dari restoran. Margareth menghampiri Marlon lalu duduk di sebelahnya. Wanita itu menanyakan apa menu minuman spesial malam itu. Marlon berbisik mesra, “Sweet Apple Tequila”. Margareth pun menyuruh Marlon membawakannya untuknya dan Peter. Marlon bergerak ke belakang, dan tak berselang lama ia datang bersama seorang pelayan yang membawa dua gelas Sweet Apple Tequila. Tak sabar, Margareth langsung mengambil satu gelas dan langsung meminum Sweet-Apple-Tequila-nya. Begitu juga dengan Peter. Marlon Cuma diam duduk di antara mereka.

Datang seorang gadis cantik bernama Almira menemui Marlon, yang membawa sebuah bingkisan tanda terimakasih. Gadis itu terlihat begitu senang hingga memeluk Marlon meski Margareth duduk di sebelahnya. Marlon terlihat canggung, lalu segera pergi, kembali ke ruangannya. Almira serba-salah. Ia lalu menyapa Margareth dan meminta maaf atas sikap spontannya itu.

Almira : “Maaf. Aku lupa kontrol.”

Margareth : “It is okay. Apa kamu juga kekasihnya Marlon?”

Almira : “Enggak. Aku Cuma temannya. Kebetulan aku mengerjakan tesis tentang pembuatan Tequilla Fermentasi dari Sari Apel. Aku kesulitan buat nerjemahin tesisku itu ke bahasa perancis, soalnya perusahaan yang ngasih proyek sekaligus yang ngasih dana tuh lokasinya di Paris. Lalu Marlon membantuku. Sekarang aku sudah lulus. Jadi tadi itu Cuma sekedar ucapan terimakasih aja, soalnya dia udah memecahkan masalah bahasa perancis-ku.”

Margareth shock, “Apa? Jadi kamu minta bantuan Marlon buat menerjemahkan tesismu ke bahasa Prancis? Itu artinya …. ??? Marlon bisa bahasa Prancis?”

Almira tertawa heran. “Tentu saja. Dia kan empat tahun kuliah koki di Paris. Masa’ Nyonya gak tahu?”

Margareth menjatuhkan gelasnya, “Oh My God”, lalu menoleh Peter. Peter sudah tergolek kaku di atas meja. Wajahnya tak bergerak, pucat dan dingin. Matanya melotot. Mulutnya berbusa. Pria itu sudah tak bernyawa.

Margareth mulai mengalami efek racun yang terkandung di dalam minuman Sweet-Apple-Tequillanya. Tenggorokannya sakit dan ia sulit bernapas. Margareth memegangi lehernya, berteriak gagap dengan mulutnya yang mulai berbusa, “Marloooon …. Sialan kamuuu!”

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s