Belakangan ini istilah antioksidan tak asing lagi bagi sebagian besar konsumen. Zat yang dalam kadar rendah mampu menghambat laju oksidasi molekuler target, dapat menangkal penuaan dini dan beragam penyakit yang menyertainya. Senyawa yang terdapat dalam buah, sayur, teh, ikan, rempah-rempah dan biji-bijian ini dapat menghentikan reaksi berantai pembentukan radikal bebas dalam tubuh yang diyakini sebagai dalang penuaan dini (aging).

Pembicaraan tentang antioksidan, ternyata tak berhenti di seputar para ahli. Kini, konsumen awam pun tahu tentang antioksidan, seiring dengan keinginan yang tinggi untuk tetap awet muda dan sehat di usia tua. Tak pelak lagi, mereka kerap mengonsumsi berbagai produk kaya antioksidan. Selain itu, pola makan dengan gizi seimbang, mengonsumsi sayur dan buah segar setiap hari dan selalu berpikir positif dapat meningkatkan daya tahan tubuh guna menangkal penuaan dini.

Penuaan
Di usia memasuki 40an tahun, seseorang akan mengalami proses penuaan secara nyata. Proses alami ini tak dapat dihindarkan dan berlangsung secara terus menerus yang ditandai pada perubahan sel-sel tubuh. Cirinya, kulit mulai tampak berkeriput dan kering sebab produksi kelenjar keringat kulit mulai menurun. Kemudian, diikuti proses pigmentasi kulit makin meningkat dan rambut mulai beruban.

Gejala negatif lainnya adalah stres, penyakit jantung, katarak dan perubahan kejiwaan yang makin merosot. Penyakit jantung akan makin cepat terjadi dalam tubuh jika seseorang kerap mengalami kondisi stres yang akan merangsang peningkatan kolesterol darah khususnya LDL sehingga akan lebih berisiko terhadap penyakit jantung koroner. Seiring dengan pertambahan usia, penyakit lainnya seperti katarak juga tak terhindarkan. Saat ini angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5%, sekitar 0,78% adalah katarak, tertinggi di Asia Tenggara dan tiap satu menit ada satu orang menjadi buta. Besarnya jumlah penderita katarak di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut yang pada tahun 2005 diperkirakan 8,1% dari total penduduk.

Sementara itu, gejala perubahan kejiwaan yang tampak dalam proses penuaan adalah pikun alias cepat lupa terhadap apa yang baru saja dilakukan, seperti tempat meletakkan kunci mobil, tas, jam tangan dan lain-lain. Gejala lainnya adalah sulit membedakan dan mengingat sesuatu seperti nama orang, tempat, dan ruang. Semua perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, perlahan tapi pasti, dan biasanya kurang disadari seseorang karena kerap merasa dirinya masih cukup fit dan muda.
Satu hal lagi yang acap ditakuti dan dihindari orang adalah proses penuaan pada kulit. Setiap orang berusaha agar kulitnya tetap bersih, kencang dan tidak keriput. Kebersihan kulit selain untuk menghindarkan serangan bibit penyakit, juga akan membuat seseorang tampil segar dan lebih menarik.

Lee dan kawan-kawan (2004) dalam tulisannya bertajuk Reactive Oxygen Species, Aging, and Antioxidant Nutraceuticals, menyebutkan polusi udara dan makanan berlemak dapat menjadi sumber radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas adalah suatu molekul atau atom apa saja yang sangat tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tak berpasangan. Radikal bebas ini berbahaya karena amat reaktif mencari pasangan elektronnya. Jika radikal bebas sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. Selanjutnya akan menyerang sel-sel tubuh kita sehingga terjadilah kerusakan jaringan yang akan mempercepat proses penuaan.

Jadi sesungguhnya yang menjadi penyebab proses penuaan dini adalah pembentukan radikal bebas dalam tubuh lewat reaksi kimia oksidasi. Dalam teori radikal bebas dalam makanan, Choe dan Min (2009) dalam papernya yang berjudul Mechanisms of Antioxidants in the Oxidation of Foods, mengatakan reaksi oksidasi asam lemak tak jenuh amat penting dalam pembentukan senyawa yang berbahaya ini. Dengan bantuan cahaya atau logam-logam tertentu, reaksi oksidasi diawali dengan pengambilan hidrogen dari asam lemak tak jenuh ganda (PUFA, Polyunsaturated Fatty Acids) menghasilkan radikal bebas. Kemudian radikal bebas ini akan bereaksi dengan oksigen membentuk radikal bebas peroksi, yang selanjutnya dapat mengambil hidrogen dari molekul tak jenuh yang lain menghasilkan peroksida dan radikal bebas baru. Reaksi ini dapat diulangi sampai beberapa ribu kali dan mempunyai sifat berantai dan tentu amat berbahaya jika masuk dalam tubuh.

Pemasok radikal bebas ke dalam tubuh selain dari luar (polusi udara, pangan berlemak) dan pestisida dan sebagainya), juga berasal dari dalam tubuh sendiri. Yaitu berasal dari sisa-sisa hasil metabolisme sel, antara lain dari hasil akhir proses pernafasan yang sifatnya sangat tidak stabil dan sangat merusak sel-sel tubuh.

Dalam keadaan normal, radikal bebas selain dibutuhkan tubuh untuk membunuh kuman, ia akan cepat dibuang keluar tubuh. Tetapi sialnya, jika jumlahnya banyak dan bertemu dengan asam lemak tak jenuh yang ada di membran sel, akan menyebabkan kerusakan sel dan terjadilah proses penuaan lebih awal dari yang kita harapkan.

Dalam tubuh terdapat enzim yang dapat menangkal serangan radikal bebas. Enzim SOD (Superoxide dismutase) dan glutation proksidase dapat menjadi contoh. SOD akan menjinakkan senyawa oksigen reaktif seperti superoksida anion (O-2) radikal menjadi hidrogen peroksida (H2O2), selanjutnya glutation peroksidase merubahnya menjadi air. Namun dengan meningkatnya usia terjadilah penurunan jumlah kedua enzim ini dalam tubuh, sehingga radikal bebas tidak dapat sepenuhnya dimusnahkan. Belum lagi radikal bebas dari luar yang menyusup masuk ke dalam tubuh akan mempersulit tubuh untuk mengatasi gempuran radikal bebas.

Meredam reaksi berantai
Dari hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah-buahan, sayuran, teh dan biji-bijian mengandung antioksidan yang bisa meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan proses penuaan dini. Tomat mengandung likopene, yakni antioksidan yang ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tak berkeliaran mencari asam lemak tak jenuh dalam sel. Hal yang sama dilakukan lutein dan zeaxantin yang terdapat pada bayam, diketahui amat aktif mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa (mata) sehingga kita dapat terhindar dari katarak. Sedangkan pisang barangan dan ubi jalar kaya antioksidan vitamin seperti vitamin C, E dan betakaroten yang dapat menstabilkan membran sel lensa dan mempertahankan konsentrasi glutation tereduksi dalam lensa.

Para ahli dari American Heart Association (AHA) dalam petunjuk ilmiahnya mengatakan bukti-bukti yang ada sekarang tidak cukup kuat menjadi dasar merekomendasikan suplemen vitamin antioksidan untuk masyarakat umum. Namun, kepada masyarakat direkomendasikan untuk meningkatkan konsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran, buah, teh dan kacang-kacangan. Hal yang sama juga dilakukan Institut Kanker Nasional AS, yang terus mengampanyekan agar masyarakat mengonsumsi 5 kali atau lebih buah dan sayur setiap sehari. Data ilmiah menyebutkan, individu yang rajin mengonsumsi buah dan sayur serta minum teh memiliki peluang untuk awet muda dan terhindar dari penyakit yang terkait dengan penuaan seperti kanker dan pernafasan.

Langkah sehat lainnya adalah mengurangi asupan jumlah kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak. Karbohidrat berlebih dalam diet dapat mempercepat penuaan dini karena untuk mengubahnya menjadi energi diperlukan lebih banyak oksigen. Di lain pihak oksigen memicu pembentukan lebih banyak radikal bebas yang bersumber dari senyawa reaktif oksigen, yang kemudian menyerang sel-sel dan akhirnya mempercepat proses penuaan.

Referensi
Choe, E and D.B Min. 2009. Mechanisms of Antioxidants in the Oxidation of Foods. Comp.Reviews in Food Science and Food Safety. J. Food Sci. (8): 345 – 358.
Lee, J., H. Koo, and D.B. Min. 2004. Reactive Oxygen Species, Aging, and Antioxidant Nutraceuticals. Comp. Rev. Food. Sci. and Food Safety (3): 21 – 33

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s