Siapa yang gak kenal lengkeng alias kelengkeng? Lengkeng termasuk anggota famili Sapindaceae. Nama latin buah ini adalah Dimocarpus longan dengan sinonim Euphoria longana dan Nephelium longan. Sedangkan nama umumnya adalah ‘longan’ atau ‘dragon’s eye (mata naga). Istilah ‘longan’ berasal dari Bahasa Cina, yaitu ‘long nhan’ yang berarti mata naga. Jika  kita perhatikan, warna daging buahnya yang berwarna putih agak transparan dan bijinya yang berwarna cokelat kehitaman, kita pasti setuju dengan julukan ini.

Lengkeng diduga berasal dari Cina bagian Selatan. Namun masyarakat dunia banyak yang menyangka buah ini berasal dari Thailand karena merupakan negara produsen lengkeng terbesar di dunia. Konon, pada dasawarsa 1890-an, buah ini dibawa dari Cina ke Thailand sebagai persembahan untuk Raja Chulalongkorn. Sejak saat itu lengkeng dibudidayakan di Thailand dan mulai diperkenalkan ke negara-negara Asia Tenggara dan belahan dunia lain sebagai tanaman penghasil buah manis. Kini pohon lengkeng dapat ditemui hampir di seluruh bagian dunia beriklim tropis dan subtropis. Di Indonesia kebanyakan lengkeng tumbuh pada ketinggian di atas 600 mdpl, dengan tinggi pohon mencapai 15 meter dan lebar kanopi 14 meter.

Saat ini lengkeng tengah menjadi primadona di beberapa negara. Rasa manisnya disukai oleh anak-anak, tekstur lembutnya disukai oleh lansia, dan kepraktisan pengemasannya disukai oleh para koki. Tak heran permintaan buah ini di pasaran mencapai angka yang fantastis, misalnya di Indonesia yang pada tahun 2005 mencapai angka 25.000 ton. Dari angka tersebut, sekitar 10% di antaranya tertutupi oleh produksi lengkeng lokal di Jawa Tengah, sisanya diimpor dari Cina dan Thailand.

Daging buah lengkeng memiliki rasa yang sangat manis karena mengandung glukosa dan fruktosa (karbohidrat) dengan kadar yang cukup tinggi yaitu sekitar 15%. Selain menimbulkan efek psikologis positif karena sifat manis yang dihasilkannya, glukosa dan fruktosa berfungsi sebagai penghasil energi dan pemulih stamina. Khasiat inilah yang menyebabkan beberapa orang menganggap buah lengkeng sebagai ‘buah euforia’. Selain glukosa dan fruktosa, daging buah lengkeng juga mengandung nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan.

Selain karbohidrat, di dalam daging buah lengkeng terkandung beberapa unsur dan senyawa lain yang penting bagi kesehatan tubuh. Di antaranya adalah fosfor yang berfungsi sebagai penyokong pembentukan sumsum tulang, serta zat besi yang berfungsi dalam produksi jumlah sel darah merah, sehingga lengkeng sangat dianjurkan dikonsumsi oleh penderita keropos tulang dan anemia. Lengkeng juga mengandung banyak serat, sehingga berkhasiat melancarkan sistem pencernaan, menyehatkan mata, serta mengobati sakit kepala, keputihan, dan hernia. Unsur dan senyawa lain dalam buah lengkeng dipercaya dapat mengobati sakit perut, demam, diare, insomnia, depresi, serta menetralkan berbagai racun.

Walaupun memiliki  banyak khasiat, lengkeng tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Lengkeng memiliki kandungan alkohol yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan mabuk dan menimbulkan rasa panas pada tubuh. Namun beberapa pakar menganjurkan para lansia untuk sesekali melanggar anjuran ini, karena alkohol pada lengkeng mampu meningkatkan kerja pacu jantung.

Tak kalah dengan daging buahnya, biji lengkeng juga memiliki banyak kegunaan dan khasiat. Biji lengkeng mengandung banyak senyawa saponin yang mampu menghasilkan busa dalam jumlah banyak, oleh karena itu dapat digunakan sebagai sampo. Di dalam biji lengkeng juga ditemukan senyawa-senyawa yang bersifat anti oksidan, anti kanker, dan anti penuaan kulit. Salah satunya adalah senyawa yang mencegah kerja enzim tirosinase yang membantu produksi melanin dan pigmen gelap pada kulit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Usanee Vinitketkumnuen, seorang peneliti dari Thailand, kulit yang diberi perlakuan masker biji lengkeng akan mengalami peningkatan kelembaban dan pencerahan warna kulit.

Khasiat biji lengkeng terhadap kesehatan kulit tidak terbatas pada peremajaan, tetapi juga pada pengobatan beberapa permasalahan kulit. Untuk menghilangkan bau badan tak sedap, dapat digunakan ramuan tumbukan biji lengkeng dan lombok hitam yang dioleskan pada ketiak. Sedangkan untuk mempercepat penyembuhan luka serta mengobati kaki gatal dan bernanah, biji lengkeng dibakar terlebih dahulu hingga gosong kemudian ditumbuk dan ditabur pada kulit. Tumbukan biji lengkeng gosong juga dapat digunakan untuk mengobati luka bakar dan borok, namun sebelumnya dicampur terlebih dahulu dengan minyak tung untuk luka bakar dan minyak zaitun untuk borok.

Khasiat pengobatan dari lengkeng juga terletak pada daunnya. Daun lengkeng merupakan daun majemuk berwarna hijau tua mengkilap, dan biasanya tumbuh lebat pada pohon lengkeng dewasa. Untuk mendapatkan daun lengkeng kita harus memiliki pohon lengkeng sendiri, karena daun lengkeng tidak dijual di pasar.

Pada daun lengkeng terdapat senyawa quercetin, yaitu salah satu jenis bioflavonoid (metabolit sekunder pada tanaman) yang dapat menghasilkan quercitrin. Quercetin memiliki banyak khasiat, yaitu sebagai anti radang, anti viral, anti kanker, anti oksidan, anti histamin, serta berfungsi memperlebar pembuluh darah. Sedangkan quercitrin selain memiliki kemampuan anti kanker, juga berkhasiat untuk melindungi paru-paru dari serangan polusi udara, melawan penyakit influenza,.serta meningkatkan sekresi empedu dan fungsi detoksifikasi pada hati, Oleh karena itu daun lengkeng sangat baik dikonsumsi oleh penderita radang paru-paru, influenza, demam, kanker, artritis, alergi, diabetes, dan jantung.

Khasiat lain dari lengkeng bisa didapat dari kulit dan akarnya. Kulit lengkeng memiliki sifat astringen, yakni mampu menyebabkan pengerutan pada jaringan sehingga mengurangi sekresi pada kulit. Sifat inilah yang membuat kulit lengkeng dapat dimanfaatkan sebagai masker pengencang kulit. Sedangkan akar pohon lengkeng memiliki khasiat sebagai peluruh kencing dan pelancar sirkulasi darah. Seperti halnya daun lengkeng, akar pohon lengkeng tidak dijual di pasaran.

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s