Polisi Jerman mengatakan, sedikitnya 18 orang tewas dan 80 lainnya luka akibat penonton berdesak-desakan hari Sabtu dalam suatu acara musik tekno di Jerman barat.

Polisi mengatakan tragedi itu terjadi di kota Duisburg, di mana ribuan orang berkumpul untuk memeriahkan pesta parade cinta.

Pejabat-pejabat mengatakan kepanikan penonton  pecah ketika kerumunan penonton berusaha melintasi sebuah terowongan menuju tempat pertunjukan.

Panitia memutuskan untuk meneruskan acara, karena penonton masih saja bersukaria dan meneruskan acara sampai petang.

Parade Cinta pertama kali dimulai di Berlin tahun 1989. Acara di tempat terbuka seharian penuh itu merupakan festival musik terbesar di Eropa, dengan menarik sekitar satu juta penonton.

Pekerja darurat dilaporkan mengalami kesulitan menjangkau TKP.

Tidak ada jalan keluar yang bisa digunakan orang-orang yang masih terperangkap di TKP.

Seorang pria lain mengatakan kepada televisi lokal: “Desakan banyak orang dari belakang begitu mengerikan … kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi Orang-orang saling mendorong, terjatuh, dan saling injak..”

Peserta lain, Isabel Schloesser, mengatakan : “Banyak orang-orang yang terjatuh, terinjak, beberapa masih hidup, yang lain mati dan ditutup dengan lembaran. k”

Polisi menutup sebuah jembatan jalan raya agar helikopter bisa mengevakuasi korban.

pejabat Kota  memilih untuk tidak mengevakuasi dasar festival hari-panjang segera, takut itu mungkin memicu lebih panik.

Kota juru bicara Frank Kopatschek berkata: “Pertemuan krisis bertekad untuk tidak menghentikan acara tersebut karena pada saat ini ada terlalu banyak orang dengan alasan.”

Presiden Kristen Wulff Jerman mengeluarkan pernyataan yang mengatakan: “Ini mengerikan yang seperti bencana membawa kematian, penderitaan dan rasa sakit untuk sebuah festival penuh damai bahagia orang muda dari berbagai negara.”

Acara ini menarik penggemar musik dari seluruh dunia, dengan dihadiri ribuan orang dari Brazil, Rusia, Belanda, Spanyol dan Australia.

Acara dimulai di Berlin pada tahun 1989 sebagai sebuah festival bertema perdamaian dan berkembang menjadi festival musik terbuka besar.

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s