Seafood sangat mudah tercemar oleh bakteri yang bisa menimbulkan masalah keamanan pangan. Jenis-jenis bakteri yang biasanya mencemari produk seafood antara lain Salmonella, Staphylococcus aureus, Vibrio parahaemolyticus, dan Escherichia coli.

Salmonella. Bakteri Salmonella banyak di jumpai dalam saluran pencernaan hewan dan manusia. Jenis pangan yang mengandung protein tinggi seperti ikan, daging dan telur merupakan bahan-bahan yang sangat erat hubungannya dengan perkembangan Salmonella.

Staphylococcus aureus adalah kelompok bakteri yang banyak dijumpai dalam saluran pernafasan dan kulit manusia. Vibrio parahaemolyticus sangat banyak di jumpai dalam seafood. Bakteri ini sangat mudah berkembang dalam lingkungan yang mengandung garam. Escherichia coli adalah jenis bakteri yang terdapat dalam kotoran manusia.

Metode pengujian
cemaran bakteri

Saat ini telah berkembang tuntutan untuk mengembangakan metode deteksi cemaran mikrobiologi secara cepat, murah, mudah dan akurat. Terutama untuk menjamin keamanan pangan, karena metode konvensional yang saat ini dilakukan membutuhkan banyak tahapan yang rumit dan waktu yang panjang .

Salah satu metode yang bisa dipakai untuk menjawab tantangan tersebut adalah metode Compact Dry. Metode yang dikembangkan dari metode konvensional ini telah mendapat sertifikat dari AOAC dan Microval. Media selektif yang menjadi sumber utama pendukung pertumbuhan bakteri sudah tersedia didalam petri dish steril. Selain itu pemakaian air dan detergen untuk pencucian petri dish sudah tidak dibutuhkan lagi, sehingga metode ini bersifat lebih ramah lingkungan.

Keunggulan Compact Dry

Pada metode konvensional, preparasi media membutuh waktu yang lama, listrik, investasi equipment, tenaga kerja terampil, dan kecermatan. Compact Dry tidak membutuhkan persiapan media karena media sudah tersedia di dalamnya, sehingga produktifitas kerja akan lebih meningkat. Produk ini dapat digunakan untuk uji bakteri pada raw material dan finished product seperti makanan, minuman, daging, seafood, kosmetik dan lain-lain. Compact Dry dapat juga digunakan untuk surface test dengan menggunakan swab.

Mudah digunakan

Hanya dengan meneteskan 1 ml sampel tepat di tengah media, sampel akan terdifusi secara otomatis ke seluruh permukaan media dan langsung diinkubasi. Jumlah koloni yang tumbuh akan sangat mudah terlihat secara spesifik karena media Compact Dry berisi substrat chromogen atau indikator redox. Untuk penelitian lebih lanjut, koloni yang muncul bisa dengan mudah diambil.

Mudah disimpan
Penyimpanan Compact Dry tidak membutuhkan peralatan khusus seperti lemari es atau freezer. Cukup disimpan dalam suhu ruangan dan bertahan hingga lebih dari 12 bulan. Karena bentuknya kecil dan kompak, Compact Dry dapat ditumpuk di dalam inkubator.

Jenis-Jenis Compact Dry

1. Compact Dry TC (Total Count)

Keistimewaan. Media pertumbuhan TC terdiri dari non-selective medium dan indikator redox 2,3,5-Triphenyl Tetrazolium Cloride (TTC).

Interpretasi. Inkubasi selama 48 jam pada suhu 35°C ± 2 °C. Semua koloni bakteri yang tumbuh berwarna merah.

2. Compact Dry CF (Coliform)

Keistimewaan. Koloni Coliform yang tumbuh akan nampak berwarna biru/biru kehijauan. Warna ini muncul karena di dalam media ditambahkan substrate X-Gal. Bakteri selain Coliform akan terhambat pertumbuhannya dan tidak akan menimbulkan warna jika mereka tumbuh.

Interpretasi. Inkubasi selama 24 jam pada suhu 35oC ± 2oC.
Semua koloni yang berwarna biru/biru kehijauan adalah Coliform.

3. Compact Dry EC
(E. coli dan Coliform)

Keistimewaan Media Compact Dry EC terdapat dua jenis substrat Chromogen yaitu Magenta-Gal dan X-Gluc.

Interpretasi Inkubasi selama 24 jam pada suhu 35°C ± 2°C. Warna biru/biru purple adalah koloni E. coli, sedangkan total warna merah dan biru adalah grup Coliform.

4. Compact Dry SA
(Staphylococcus aureus)

Staphylococcus aureus sangat mudah dibedakan oleh reaksi Egg Yolk dari Staphylococcus yang tumbuh.

Keistimewaan. Staphylococcus aureus menghasilkan warna kuning yang berkembang menjadi koloni yang bercahaya kuning, dan juga akan mengubah komplek lipid-protein dari egg yolk menjadi koloni yang berwarna putih keruh.

Interpretasi. Inkubasi selama 48 jam pada suhu 35°C± 2°C setelah ditambah larutan kuning telur. Koloni yang dihitung adalah koloni berwarna putih keruh.

5. Compact Dry VP
(Vibrio parahaemolyticus)
Keistimewaan. Koloni yang tumbuh pada media VP dibedakan berdasarkan warna. Warna biru/biru kehijauan adalah V. parahaemolyticus dan warna merah/pink adalah V. cholera, V. mimicus, V. vulnificus dan warna putih susu adalah Vibrio spp. yang dikenal sebagai V. alginolyticus.

Interpretasi. Inkubasi selama 48 jam pada suhu 35°C± 2°C. Hitung semua koloni yang berwarna biru/biru-kehijauan adalah V. parahaemolyticus.

6. Compact Dry YM
(Yeast Mold)

Yeast dan Mold tumbuh pada medium selektif membentuk koloni seperti kapas dengan berwarna.

Keistimewaan. Media mengandung substrat chromogen X-Phos yang menghasilkan warna Biru (Yeast).

Interpretasi. Inkubasi selama 18 – 20 jam pada suhu 35oC ± 2oC. Koloni yang berwarna biru atau putih hingga krem adalah yeast, sedangkan untuk mold membentuk koloni seperti kapas.

7. Compact Dry SL (Salmonella)

Media ini dipakai untuk mendeteksi Salmonella secara kualitatif yang nampak dengan karakter spesifik, reaksi biokimia dan motilitas.

Keistimewaan. Salmonella yang tumbuh dibedakan oleh kombinasi dari tiga karakter uji;

  • alkalisasi media yaitu perubahan warna biru-purple ke kuning.
  • Membentuk koloni berwarna hijau karena substrat chromogen.
  • Koloni berwarna hitam karena hydrogen sulfide yang dihasilkan oleh Salmonella.
  • Motilitas Salmonella

Interpretasi. Pre-enrichment 35 – 37oC selama 20 -24 jam.

  • nkubasi pada suhu 40 – 43oC selama 20-24 jam.
  • Koloni yang muncul positif bila ada motilitas, terdapat lapisan kuning, koloni hijau, dan koloni berwarna hitam.

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

One response »

  1. Nissa Hudani Nabilah says:

    Terima kasih informasinya. Dengan begini saya dapat mendeteksi bakteri pada seafood sebelum membelinya🙂

    nissah09.student.ipb.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s