Pemanis zero calorie erythritol kemungkinan memiliki aktivitas antioksidan yang dapat melindungi kesehatan jaringan vaskular penderita diabetes. Sebuah penelitian dari Maastricht University dengan menggunakan tikus diabetes, membuktikan bahwa pemanis tersebut dapat melindungi sel darah dari kerusakan oksidatif. Erythritol merupakan gula alkohol yang secara alami dapat ditemukan dalam jumlah rendah pada beberapa jenis buah dan pangan terfermentasi.

Banyak keunggulan yang dimiliki oleh pemanis ini, diantaranya adalah kandungan energinya yang zero calorie, memiliki indeks glikemiks (IG) rendah, dan efek laksatif yang kecil. Ingridien ini telah banyak di pasarkan, terutama untuk digunakan sebagai ingridien produk pangan bagi penderita diabetes. Pemanis ini tidak mempengarui kadar insulin dan glukosa darah.

Adanya penelitian yang menunjukkan aktivitas antioksidan tersebut dapat memberikan keuntungan ganda bagi penderita diabetes. Pada publikasinya di Journal of Nutrition yang dikutip oleh fooodnavigator.com, para tim peneliti mengungkapkan, bahwa erythritol memiliki pengaruh dalam mengurangi pengaruh IG produk pangan, sekaligus mengurangi risiko terjadinya hyperglycemia yang terjadi akibat terbentuknya radikal bebas.

Dalam penelitian tersebut, dilakukan studi baik secara in vitro maupun in vivo. Untuk penelitian in vitro, para peneliti menguji aktivitas erythritol pada berbagai macam konsentrasi, yakni berkisar antara 0 hingga 8 mmol, dalam mengikat radikal hidroksil. Hasilnya, ditemukan bahwa erythritol dapat mengikat radikal hidroksil membentuk erythrose.

Sedangkan, dalam penelitian in vivo, para peneliti menggunakan tikus yang menderita diabetes. Tikus tersebut diberi makan 1000 mg erythritol per kg berat badan. Hasilnya diperoleh indikasi, bahwa pemanis ini dapat melindungi jaringan endothelium. Senada dengan penelitian in vitro, pada air kencing tikus juga ditemukan kandungan erythrose.

Kemampuan unik dari erythritol ini sangat menarik, terutama untuk mencegah penyakit kronis yang ditimbulkan oleh radikal bebas pada penderita diabetes. Saat ini populasi penderita diabetes di dunia sangat tinggi. Di Amerika Serikat penderita diabetes mencapai 24 juta orang, atau dengan kata lain mencapai 8% dari total populasi negara tersebut. Secara ekonomi, selama 2005-2007, masyarakat Amerika telah menghabiskan 174 miliar USD untuk mencegah dan mengobati terjadinya diabetes, 116 miliar USD di antaranya digunakan untuk pengobatan secara langsung.

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s