Pengolahan hasil pertanian merupakan teknologi berbagai cara pengubahan hasil-hasil pertanian baik bahan nabati maupun hewani oleh budidaya manusia baik secara fisik, kimiawi atau biokimiawi menjadi produk-produk guna memenuhi kebutuhannya. Produk-produk hasil pengolahan sering disebut sebagai hasil olah. Sekarang telah banyak diketemukan berbagai hasil olah dengan berbagai bentuk, warna susunan, dan lainnya sesuai dengan bermacam-macam kompleksitas kebutuhan manusia pula.

Padi adalah tanaman pertanian yang merupakan bahan makanan pokok sehari-hari pada kebanyakan penduduk di dunia. Berbagai pengolahan dari hasil padi telah lama dikenal dan diketahui dalam berbagai produk. Hasil-hasil dari padi sebagai bahan makanan antara lain : beras, parboiled rice, tepung beras, beras instant, bihun, vermicelli, tapai, beras ketan dan lain sebagainya.. Beras dikenal sebagai sumber karbohidrat terutama dalam kehidupan.

Salah satu produk hasil olah padi adalah beras instan. Seiring dengan perkembangan zaman, maka manusia menginginkan sesuatu yang instan. Oleh sebab itu, pengembangan produk ini dimaksudkan untuk menghemat waktu dalam penyajiannya sehingga beras instan dapat langsung dikonsumsi hanya dengan penambahan air.

A.Beras

Beras ( Oriza sativa ) merupakan hasil olahan tanaman padi yang telah mengalami pelepasan tangkai serta kulit biji baik dengan cara digiling maupun ditumbuk. Kadar amilosa penting untuk menentukan jenis beras yang disukai konsumen. Nasi yang berasal dari beras dengan kadar amilosa lebih rendah dari 25% akan bersifat antara lain: warna mengkilap, agak lekat dan akan tetap lunak walaupun dibiarkan beberapa jam sesudah masak. Berikut merupakan klasifikasi ilmiah dari beras/padi.
Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.
Pati beras dapat digolongkan menjadi dua kelompok:
•amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
•amilopektin, pati dengan struktur bercabang.
Komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera).

Beras mempunyai kandungan kalori yang lebih tinggi dari bahan lainnya. Komponen utama beras adalah pati sebanyak 90%, protein sebanyak 8%, ekstrak N-bebas dan niasin. Menurut Tjiptadi dan Nasution ( 1976 ), sifat rasa pulen dan pera merupakan sifat pembawaan (genetik) dari tanaman padinya. Sifat ini secara kimiawi disebabkan adanya kandungan amilosa. Semakin kecil kadar amilosa atau semakin tinggi amilopektin, semakin lekat nasi tersebut.

B.Beras Instan

Beras instan adalah beras giling yang dihasilkan melalui beberapa tahapan proses. Langkah pertama adalah menurunkan kadar air beras giling sebagai bahan baku menjadi 15%, kemudian didinginkan selama satu malam. Lantas beras yang telah didinginkan tersebut dipanaskan pada suhu 200 – 250o C agar beras menjadi putih mengapur layaknya beras ketan. Langkah terakhir adalah beras dikeringkan dengan cara diangin-anginkan sebelum diputihkan (whitening) melalui proses penyosohan, (Anonim,2005).

Proses pengolahan beras instan terutama bertujuan untuk memperoleh struktur (berpori-pori) sehingga mempermudah rehidrasi, yaitu kemampuan dalam penetrasi dari air mendidih yang diberikan kepada beras menjadi lebih cepat sehingga penyiapan kembali menjadi nasi berlangsung dalam waktu pendek. Perbedaan kadar air, waktu dan suhu pengolahan, kondisi pengeringan, serta tahap proses yang lain dapat menghasilkan tipe beras instan yang berbeda, (Luth, 1980).
Beras instan adalah beras yang secara cepat dan mudah diubah menjadi nasi. Diharapkan lebih tahan terhadap gangguan (jasad renik dan serangga). Beras masak (nasi atau beras setengah masak) dapat dikeringkan dengan bebrapa cara. Untuk mendapatkan butiran beras yang keropos dan kondisi strukturnya terbuka. Produk akhir yang dihasilkan akan bersifat kering, berbutir-butir, tidak menggumpal dan mempunyai volume kira-kira 1,5 – 3 kali dari volume beras awal yang digunakan. Beras instan yang dihasilkan diharapkan dapat siap dihidangkan dalam waktu 5 – 15 menit setelah ditambah dengan air mendidih.

Bila pati mentah dimasukkan ke dalam air dingin, granula patinya akan menyerap air dan membengkak. Namun jumlah air yang terserap dan pembengkakkannya terbatas. Air yang terserap tersebut hanya dapat mencapai kadar 30%. Peningkatan granula pati yang terjadi didalam air suhu 55 – 65oC adalah pembengkakkan yang sesungguhnya dan setelah pembengkakkan ini garnula pati dapat kembali pada kondidi semula. Peningkatan suhu menyebabkan terjadinya imbibisi air yang lebih besar ke dalam garanula pati, sehingga pati akan mengembang.

IN ENGLISH

Processing of agricultural products is changing the ways of technology in agricultural products both vegetable and animal materials by human cultivation of physical, chemical or biochemical become products to meet their needs. These products are often referred to as a result of processing the results though. Now has many different results were found with different shape, color composition, and others in accordance with the various complexities of human needs as well.

Rice is a crop which is a staple food in most of the daily population in the world. Various processing of rice yield has long been known and acknowledged in various products. The results of rice as food ingredients include: rice, parboiled rice, rice flour, instant rice, noodles, vermicelli, tapai, glutinous rice etc. .. Rice is known as a source of carbohydrates, especially in life.

One of the products if the rice is the result of instant rice. Along with the development of the age, the man wanted something instant. Therefore, the development of this product intended to save time in the presentation so that the instant rice can be consumed directly by simply adding water.

A. Rice

Rice (Oriza sativa) is the result of processed rice plants that have undergone the release of stem and seed coat either by ground or crushed. Amylose content of rice is important to determine the type favored by consumers. Rice from the rice with a lower amylose content of 25% will be among others: the color of shiny, slightly sticky and will remain soft even allowed a few hours after cooking. Here is the scientific classification of rice / rice.
Like other cereal grains, greatest part is dominated by rice starch (approximately 80-85%). Rice also contains protein, vitamins (especially on the aleurone), minerals, and water.
Rice starch can be classified into two groups:
• amylose, starches with unbranched structure
• amylopectin, starch with branched structures.
The second type of starch composition is crucial for color (transparent or not) and the texture of the rice (sticky, soft, hard, or inflammation).

Rice has a higher caloric content than other materials. The main components of rice is as much as 90% starch, protein, as much as 8%, N-free extract and niacin. According Tjiptadi and Nasution (1976), the characteristic taste and fluffier inflammation is characteristic traits (genetic) of rice plants. These chemical properties caused by amylose content. The smaller the higher the levels of amylose and amylopectin, rice is more sticky.

Instant Rice

Instant rice is milled rice that are generated through several stages of the process. The first step is to lower the moisture content of milled rice as raw material to be 15%, then cooled for one night. So that has been cooled rice is heated at a temperature of 200 – 250o C for the rice to be white like glutinous rice calcifying. The last step is the rice dried by aerated before whitened (whitening), through the process of milling, (Anonymous, 2005).

Instant rice processing mainly aimed to obtain the structure (porous), thus simplifying the rehydration, ie the penetration capability of a given boiling water to rice to be faster so that the preparation of rice back into place within a short time. Differences in water content, time and temperature of processing, drying conditions, as well as other stages of the process that can produce different types of instant rice, (Lot, 1980).
Instant rice is rice that rapidly and easily converted into rice. Expected to be more resistant to disruption (micro-organisms and insects). Cooked rice (cooked rice or rice half cooked) can be dried with some ways. To get the rice grains are porous and open structure conditions. The final product will be dry, grainy, lumpy and has a volume not guess at around 1.5 – 3 times the volume of early rice is used. Instant rice produced is expected to be ready to be served within 5-15 minutes after added with boiling water.

When inserted into the raw starch in cold water, granola patinya will absorb water and swell. However, the amount of water absorbed, and pembengkakkannya limited. The absorbed water can only be reached levels of 30%. Increased starch granules that occurs in water temperatures 55 – 65oC is real and swelling after swelling was garnula kondidi starch can return to the original. Increasing temperatures cause greater water imbibition into garanula starch, so the starch will swell.

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

2 responses »

  1. teddy_efendy says:

    mmhhhh… anak tekonologi pangan UNPAD dah diaplikasiin lho ke nasi liwet instant …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s