Autisme merupakan gangguan perkembangan pada anak-anak dengan tiga ciri utama yaitu gangguan pada interaksi sosial, gangguan komunikasi, dan pola tingkah laku atau minat yang repetitif dan stereotip. Gejala ini biasanya telah muncul sebelum anak berusia tiga tahun.

Anak Autis mempunyai beberapa masalah di saluran pencernaannya sehingga makanan yang merupakan faktor pemicu atau faktor yang menambah masalah pada saluran cerna tersebut hendaknya tidak dikonsumsi. Makanan yang harus dihindari tersebut adalah makanan yang mengandung kasein dan/atau gluten, mengandung ragi dan gula, dan penyebab alergi dan/atau intoleransi.

Penting diperhatikan bahwa pemberian makanan untuk penderita autis bersifat individual. Diet yang diberikan pada satu anak autis belum tentu sama dengan diet terhadap anak lain yang juga mengalami autis. Sehingga, konsultasi dengan ahli gizi dan dokter anak sangat diperlukan. Orang tua juga hendaknya selalu membuat daftar makanan yang dikonsumsi oleh anak autis dan efek yang ditimbulkannya.

Makanan bebas kasein dan gluten

Gluten adalah protein yang terkandung didalam terigu, barley dan rye, serta protein sejenis gluten didalam oats. Contoh produknya adalah roti, pizza, produk pasta (mie, spagheti), pastry, biskuit, beberapa produk sereal sarapan dan produk-produk lainnya yang dibuat dengan menggunakan terigu .

Kasein adalah protein yang terdapat di dalam susu. Produk-produk olahan susu seperti yoghurt, keju, mentega, beberapa margarin, es krim, susu coklat, biskuit dan beberapa produk olahan yang menggunakan susu sebagai bahan bakunya otomatis juga akan mengandung kasein.

Anak autis tidak bisa mencerna kasein dan gluten dengan sempurna. Kombinasi asam amino tertentu yang ada didalam kasein dan gluten tidak bisa dipecah menjadi asam amino tunggal oleh sistem pencernaan anak dengan gangguan autis, tapi masih dalam bentuk peptida. Peptida yang tidak tercerna tersebut dapat diserap oleh usus halus selanjutnya masuk ke dalam peredaran darah, dan diteruskan ke reseptor ‘opioid’ otak. Peningkatan aktivitas opioid akan menyebabkan gangguan susunan saraf pusat dan dapat berpengaruh terhadap persepsi, emosi, perilaku dan sensitivitas. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian diet tanpa gluten dan kasein ternyata memberikan respon yang baik terhadap 81% anak autisme.

Sebagai pengganti susu dapat digunakan sari kedelai, sari almond, dan sari kacang hijau; pengganti terigu dapat digunakan tepung beras merah, tepung beras, tepung kedelai, tepung tapioka, tepung kentang dan tepung beras.

Makanan bebas ragi dan gula

Sebagian anak autis juga mengalami masalah di saluran pencernaan seperti diare, sembelit, sakit perut dan kembung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan mikroba patogen yang dominan di dalam saluran pencernaannya. Pertumbuhan patogen yang berlebihan di dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan peningkatan permeabilitas usus atau juga menghambat keluarnya enzim sehingga pencernaan terganggu.

Menghindari konsumsi gula dan ragi, akan mereduksi pertumbuhan patogen didalam saluran pencernaan sehingga masalah di dalam saluran pencernaan yang terkait dengan patogen dapat menjadi lebih ringan. Makanan hasil fermentasi yang mengandung ragi dan sebaiknya dihindari seperti roti, vinegar, keju, kecap, dan produk fermentasi lainnya.

Menghindari konsumsi gula dan ragi, akan mereduksi pertumbuhan patogen didalam saluran pencernaan sehingga masalah di dalam saluran pencernaan yang terkait dengan patogen dapat menjadi lebih ringan. Makanan hasil fermentasi yang mengandung ragi dan sebaiknya dihindari seperti roti, vinegar, keju, kecap, dan produk fermentasi lainnya.

Fruktosa (gula buah) dapat digunakan sebagai pengganti gula karena penyerapannya lebih lambat dari gula (sukrosa). Selain itu, juga bisa menggunakan sorbitol dan sukralosa. Sukralosa terbuat dari glukosa gula jagung yang diberi gas klorin hingga membentuk senyawa yang kompleks dan menimbulkan rasa manis di mulut sampai 600 kali gula pasir dan produk dapat memberi klaim No Sugar.

Hindari makanan penyebab alergi dan intoleransi

Alergi makanan adalah reaksi tubuh terhadap makanan atau komponen makanan yang menyimpang dari normal, melibatkan sistem imun, dan menimbulkan gejala yang merugikan tubuh. Semua zat yang menyebabkan reaksi imunologi disebut alergen.

Makanan penyebab alergi dan intoleransi juga menyebabkan berbagai masalah pada anak autis, seperti sakit kepala, sakit perut, diare, mual, gangguan tidur, cengeng, hiperaktif, agresif, gampang marah, infeksi telinga, dan lain-lain.

Untuk mengatur makan bagi penderita yang alergi dan intoleransi maka hendaklah memperhatikan makanan sumber penyebab dan menghindarinya. Bila anak alergi terhadap telur, maka hindari mengonsumsi telur, meski bukan harus dipantang seumur hidup. Dengan bertambahnya umur anak dapat dikenalkan lagi pada makanan tersebut sedikit demi sedikit.

Jika anak alergi terhadap telur, maka bisa disiasati dengan memakai bahan pengganti telur. Untuk ini tersedia produk dengan klaim No Egg sebagai pengganti telur, terbuat dari pati kentang, tepung kanji, metilselulose, kalsium karbonat dan asam sitrat. No Egg cocok untuk membuat cake, pengental atau isian atau saus, dan custard (puding).

IN ENGLISH

Autism is a developmental disorder in children with three main features of disturbances in social interaction, impaired communication, and behavior patterns or repetitive and stereotyped interests. These symptoms usually appear before a three-year-old child.

Autistic child has some problems in the digestive tract so that food is a trigger factor or factors that increase the problem of the gastrointestinal tract should not be consumed. Foods to avoid are foods that contain casein and / or gluten, containing yeast and sugar, and cause of allergies and / or intolerance.

It is important to note that feeding autistic individual. The diet given to a child with autism is not necessarily the same as a diet of other children who also have autism. Therefore, consultations with a nutritionist and a pediatrician is necessary. Parents also should always make a list of foods consumed by children with autism and the effect.

Casein and gluten-free food

Gluten is a protein contained in wheat, barley and rye, gluten and similar proteins in oats. Sample product is bread, pizza, pasta products (noodles, spaghetti), pastries, biscuits, some breakfast cereal products and other products made using flour.

Casein is a protein contained in milk. Dairy products like yogurt, cheese, butter, some margarines, ice cream, milk chocolate, biscuits and some processed food products that use milk as the raw material will also automatically contain casein.

Children with autism can not digest casein and gluten perfectly. The combination of certain amino acids exist in the casein and gluten can not be broken down into single amino acids by the digestive system of children with autistic disorder, but still in the form of peptides. Insoluble peptides can subsequently be absorbed by the intestine into the bloodstream, and forwarded to the receptors ‘opioids’ brains. Increased activity of opioids will lead to central nervous system disorders and can affect perception, emotions, behavior and sensitivity. From some research it is known that administration of a diet without gluten and casein proved to give good response 81% of children with autism.

Can be used as a substitute for soya milk, almond extract, and green bean juice; substitute for wheat flour can be used brown rice flour, rice flour, soy flour, tapioca flour, potato flour and rice flour.

Yeast and sugar free foods

Some children with autism also experience problems in the digestive tract such as diarrhea, constipation, abdominal pain and bloating. This condition can be caused by a dominant growth of pathogenic microbes in the digestive tract. Excessive growth of pathogens in the digestive tract can cause increased intestinal permeability or also inhibits the release of digestive enzymes thus disturbed.

Avoiding the consumption of sugar and yeast, will reduce the growth of pathogens in the digestive tract so that a problem in the digestive tract associated with pathogens can be lighter. Fermented foods that contain yeast and should be avoided such as bread, vinegar, cheese, soy sauce and other fermented products.

Avoiding the consumption of sugar and yeast, will reduce the growth of pathogens in the digestive tract so that a problem in the digestive tract associated with pathogens can be lighter. Fermented foods that contain yeast and should be avoided such as bread, vinegar, cheese, soy sauce and other fermented products.

Fructose (fruit sugar) can be used as a substitute for sugar because of slower absorption of sugar (sucrose). In addition, can also use sorbitol and sukralosa. Sukralosa made from corn sugar glucose fed chlorine gas to form a complex compound and cause a sweet taste in the mouth until the sugar and 600 times the product can give a claim No Sugar.

Avoid food allergens and intolerance

Food allergy is the body’s reaction to food or food components that deviate from normal, involves the immune system and cause adverse symptoms of the body. All substances which cause immunological reaction is called an allergen.

Food allergens and intolerance also causes many problems in children with autism, such as headache, abdominal pain, diarrhea, nausea, sleep disturbances, whiny, hyperactive, aggressive, easily upset, ear infections, and others.

To arrange meals for patients allergic and intolerance then let consider the causes of food sources and avoid them. When children are allergic to eggs, so avoid eating eggs, though not a must dipantang lifetime. With increasing age children can be introduced again on these foods little by little.

If a child is allergic to eggs, then it could disiasati by using egg substitute materials. For these available products with claims No Egg as a substitute for egg, made from potato starch, wheat starch, metilselulose, calcium carbonate and citric acids. No Egg suitable for making cakes, thickeners or stuffing or sauce, and custard.

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

One response »

  1. ardat says:

    moga moga semua ini dapat membantu anak anak autis indonesia termasuk anak saya didalam nya sukses buat sekolah yg akan dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s