Karena ada pekerjaan yang  tidak bisa ditinggalkan,  Susi harus bekerja sampai larut di kantornya.   Ketika dia selesai, dia menumpang taksi untuk membawanya pulang.

“Pak, Kebon Jeruk ”. Sopir taksi hanya mengangguk, sepanjang jalan belum ada pembicaraan antara sopir taksi dan Susi, mungkin karena Susi sudah kelelahan bekerja sepanjang hari itu.
Dua puluh menit penuh dengan diam,  tiba-tiba Susi ingat ia tidak membawa cukup uang untuk membayar ongkos taksi. Susi lalu menepuk pundak si sopir taksi. Ia  ingin ia berhenti  untuk menarik uang tunai di ATM.

Ketika Susi dia menepuk pundak sopir taksi, tiba2 sang sopir taksi menyentakkan roda kanan dan kiri sembari menjerit histeris, hingga taksi itu menabrak pohon.

Beruntung Susi dan sopir taksi itu baik-baik saja dan taksinya juga tidak mengalami kerusakan signifikan. Sang sopir taksi kemudian meminta maaf kepada Susi.

“Maaf Non, saya harap Non baik-baik saja. Saya terlalu terkejut saat Non menepuk bahu saya.”

“Hah? Perasaan tadi biasa saja loh, Pak?”

“Yah, sebenarnya ini hari pertama saya sebagai sopir taksi, Non”

“Lalu apa pekerjaan Bapak sebelumnya?”

“Sopir tunggal mobil jenazah.”

About Khamir_Yeast

Pengajar dan Penulis Independen, Penyayang Kucing, Karakter : Humoris tapi Gampang Tersinggung, Agak temperamental dan cepat emosi, Cepat memaafkan, Lebih suka menganalisa sebelum berkomentar, Bersahabat tapi gak suka dengan orang yang Lebay. Suka makanan yang pedas. Hobi melukis, berenang, dan memasak. Moto Hidup : BATU saja bisa PECAH apalagi MASALAH ....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s